ZAMAN BAHELAK BANGET?


Zaman Bahelak Banget?
Zaman bahelak. Kebayang gak sih zaman yang mana?
Yang… ada dinosaurus nya?
Yang… orang cuma pakai selembar helai kain?
Yang…katanya nenek moyang manusia (baca:monyet) berasal?
Check this following text out if you really want-to-know.:)

.
.
Zaman Pra-Aksara. Zaman inilah yang akan dikupas―tidak terlalu dalam―untuk posting kali ini.
Tulisan. Tidak ada istilah tersebut dalam zaman ini. Karena itu zaman ini pun diistilahkan nirlekaNir (tidak ada) dan leka (tulisan).
Di zaman ini, terbagi menjadi dua zaman lagi. Yaitu :
  1. Zaman Batu
  2. Zaman Logam
Jangan salah. Dalam pohon, setelah cabang, ada pula yang dinamakan dengan ranting. So do this topic. Zaman ini bercucu…. :)
Zaman Batu
  • Zaman Batu Tua (Paleolitikum)
Zaman batu tua adalah masa ketika alat-alat yang digunakan terbuat dari batu yang masih kasar pembuatannya. Hidup pada masa ini sungguhlah sederhana dan tidak tetap,dalam artian berpindah-pindah atau nomaden. Hal ini diperkirakan terjadi sekitar 600.000 tahun yang lalu.
Siapa saja kah manusia yang dapat bertahan menerjang debu pada Paleolitikum ini?
  • Pithecanthropus Erectus
  • Homo Wajakensis
  • Meganthropus Palaeojavanicus
  • Homo Soliensis
Berikut ini jejak mereka yang tertinggal… atau sengaja mereka tinggalkan?
  • Kapak genggam/ Perimbas/ Penetak/ Chopper
Alat ini digunakan oleh manusia jenis Pithecanthropus untuk membelah kayu, menggali ubi-ubian, memotong/ menguliti hewan buruas, dan lain sebagainya.
  • Alat serpih/ Flakes
Alat ini terbuat dari tulang dan tanduk yang digunakan untuk berburu, menangkap ikan, megorek umbi-umbian yang dalam, dan lain sebagainya.
  • Zaman Batu Tengah/Madya (Mesolitikum)
Zaman Batu Tengah ditandai dengan adanya usaha untuk lebih menghaluskan alat-alat yan digunakan dalam bentuk perkakas dengan cara menggosok-gosokkan permukaan alat tersebut. Di zaman ini, manusia mulai hidup menetap seperti di dalam gua, tepi sungai/ pantai. Hal ini diperkirakan terjadi sekitar 20.000 tahun silam.
Manusia bangsa Papua-Melanosoid dan Homo Sapiens sangat mendukung Mesolitikum ini.
Berikut peninggalan dari Mesolitikum:
  • Kapak genggam
Banyak ditemukan di Pacitan. Alat ini biasanya disebut “Chopper” (alat penetak/ pemotong).
  • Kapak perimbas
Alat ini berfungsi untuk merimbas kayu, memahat tulang, dan sebagai senjata.
  • Alat-alat dari tulang binatang atau tanduk rusa
Alat ini berupa alat penusuk (belati) dan ujung tombak bergerigi. Berfungsi untuk mengorek ubi dan keladi dari dalam tanah.
  • Flakes
Alat-alat kecil yang terbuat dari batu Chalcedon, yang dapat digunakan untuk mengupas makanan.
  • Zaman Batu Muda (Neolitikum)
Zaman ini terjadi sekitar tahun 2000 SM. Pada zaman ini manusia sudah tidak hidup di dalam goa. Mereka sudah hidup menetap  walaupun masih dalam kondisi rumah tempat tinggal yang sangat sederhana. Pola kehidupan ini disebut Sedenter. Manusia purba pada masa ini sudah mengenal cara bercocok tanam dan berternak dengan baik.
Diperkirakan manusia yang hidup pada masa ini adalah berasal dari ras Proto Melayu. yang datang ke Indonesia. Mereka bertempat tinggal di Indonesia bagian timur.
Peninggalan pada Neolitikum :
  • Kapak persegi banyak di temukan di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Nusa Tenggara. Bahan dasar adalah batu api (chalcedon) dengan buatan yang sangat halus karena diasah. Para arkeolog memperkirakan  bahwa benda tersebut di buat sebagai lambang kebesaran, jimat, alat upacara, atau alat tukar. Alat ini berfungsi sebagai alat cangkul/ pacul dan alat pahat
  • Kapak Bahu, sama seperti kapak persegi, hanya di bagian yang diikatkan pada tangkainya diberi leher. Hanya di temukan di Minahasa.
  • Kapak lonjong adalah kapak yang penampangnya berbentuk lonjong, ujungnya agak lancip sehingga dapat dipasangi tangkai. Kapak lonjong mempunyai dua ukuran, yaitu ukuran kecil (kleinbeil) dan ukuran besar (walzenbeil). Sebagian besar wilayah temuan kapak lonjong terdapat di Papua, karenanya kebudayaan kapak lonjong sering juga di sebut dengan Neolithikum Papua. Di daerah lain di indonesia kapak lonjong juga di temukan di Sulawesi, Sangihe Talaud, Flores, Maluku, dan Kepulauan Tanimbar.
  • Gerabah, berfungsi sebagai wadah untul alat keperluan rumah tangga.
  • Perhiasan (gelang dan kalung dari batu indah)
  • Pakaian dari kulit kayu
  • Tembikar (Periuk Belanga)
  • Zaman Batu Besar (Megalitikum)
      Manusia pada zaman ini telah mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme, sehingga peninggalan yang dihasilkan (berupa batu besar) bersifat kerohanian untuk keperluan fisik manusia.
  • Menhir, digunakan untuk pemujaan roh nenek moyang
  • Dolmen, meja batu yang digunakan sebagai tempat meletakkan sesajen untuk arwan nenek moyang.
  • Sarkofagus, kubur batu yang terbuat dari sebuah batu untuh dnegan cara melubangi bagian tengah batu tersebut, kemudian diberi tutup dari batu juga. Alat ini digunakan untuk menguburkan atau menyimpan mayat di dalamnya atau berfungsi sebagai peti mayat.
  • Punden berundak-undak, adalah suatu bangunan yang digunakan sebagai tempat pemujaan arwan nenek moyang.
  • Pendhusa, yaitu gabungan antara dolmen dan kubur batu dengan bentuk bagian atasnya terdapat meja batu dan di bagian baah kubur batu.
  • Arca, patung yang melambangkan wujud nenek moyang sebagai perlambang dan wujud yang akan dipuja/ disembah. Arca ini dapat ditemukan di Situs Pokekea, Lembah Besoa, Lore Tengah, Poso, Sulawesi Tengah.
Jenis manusia yang masih memiliki umur pada Megalitikum ini ialah :
  • Meganthropus Paleojavanicus
  • Pithecanthropus Erectus
  • Pithecanthropus Mojokertensis
  • Pithecanthropus Soloensis
Zaman Logam
  • Zaman Tembaga
      Zaman Tembaga merupakan awal dari semua awal manusia mengenal logam pada Zaman Logam. Menurut para ahli arkeologi dan ahli sejarah, Indonesia tidak mengenal zaman tembaga.
  • Zaman Perunggu
Zaman Perunggu merupakan zaman dimana manusida banyak menggunakan peralatan yang terbuat dai perunggu. Perunggu yang digunakan merupakan hasil campuran antara timah putih dan tembaga.
Berikut peninggalan pada zaman perunggu :
  • Kapak corong, ialah benda yang dipergunakan sehari-hari yang terbuat dari perunggu dengan bentuk kapak yang bagian pegangannya berongga (untuk tempat memasukkan tangkai kayu) sehingga menimbulkan kesan seperti corong.
  • Candrasa, yaitu kapak corong yang salah satu sisinya lebih panjang.
  • Nekara, ialah benda kebudayaan dari perunggu yang berbentuk dandang yang telungkup dan berpinggang pada bagian tengahnya serta mempunyai tutup pada bagian atasnya. Nekara banyak ditemukan di Sumatra, Jawa, Bali, Sangeang, Uti, Rote, Selayar, dan Kepulauan Kei.
Well, hanya zaman perunggu inilah yang dialami oleh Indonesia.
  • Zaman Besi
            Pada zaman inilah, manusia manusia mengelola besi untuk membuat peralatan dengan dua cara, yaitu : a cire perdue dan bivalve.
Peninggalan pada zaman besi:
  • Mata panah
  • Kapak
  • Mata pisau
  • Gelang besi
Begini lah sedikit gerbong kata yang bisa dibagikan.
Lalu yang bagaimanakahzaman bahelak itu?
.
.
Silahkan simpulkan sendiri supaya semakin pandai. :)
Thanks to :

Komentar

Postingan populer dari blog ini