GORESAN CUNEIFORM (MESOPOTAMIA)

Mesopotamia
Dari tempat ini lah terlahir aksara yang biasa disebut ‘Aksara Paku’ atau Cuneiform. Tepatnya di lembah sungai Tigris dan Efrat. Seperti namanya, aksara paku ini berbentuk seperti paku, dan dalam penemuan ditemukan ditulis di atas tanah liat yang masih empuk, dengan buluh (sejenis batang ilalang) yang diruncingkan sebagai wahana tulis bahasa Sumeria. Setelah bahasa Sumeria mati, aksara ini digunakan oleh bahasa Akadia, kemudia bahasa Babilonia, Asiria, Siria, Elamit, Huria, Persia Tua dan Hittie.

Ketika Ingatan Kurang Bisa Diandalkan Lagi
Yeah. Ada saatnya dimana manusia terjangkit oleh Lupa —begitu pula oleh manusia jaman dahulu. Manusia hanya berbicara tak kenal titik (baca : bicara terus) selama beratus-ratus tahun tanpa memikirkan adanya peninggalan pagi anak cucu mereka.
Ketika orang-orang Mesopotamia kuno mulai terjun ke dunia peternakan dan pertanian, hidup going so complicated, sehingga dibutuhkan adanya pencatatan. Orang-orang Mesopotamia pun menemukan buku yang berisi simbol-simbol di tanah liat (berupa tablet) sekitar 5000 tahun yang lalu. Dan tanpa mereka sadari, mereka telah memulai era baru di dalam sejarah yang kita sebut sebagai… ‘sejarah’.
Penulisan pertama kali pada aksara paku ini tidak langsung berbentuk paku, tetapi berawal dari sebuah gambar-gambar yang disebut sebagai pictogram dan ideogram lalu berubah menjadi silabis. Tulisan ini berkembang cepat hingga dapat memasukkan tanda-tanda yang mewakili suara, dan lain-lain. Seluruh orang-orang Mesopotamia pun menulis, mencatat, sekedar membuat To-Do-List misalnya, atau bahkan (mungkin) menulis surat cinta. Bahkan dalam sejarah, aksara paku ini digunakan oleh ahli astronomi Babilonia sebagai alat penting dalam pencatatan dokumen jual-beli, kontrak, sensus, pajak, kegiatan birokrasi pemerintahan, dan lain sebagainya sampai pertengahan abad pertama masehi.
Pada akhirnya, menulis menjadi profesi khusus bagi orang-orang Mesopotamia dan Mesir (karena menurut mereka, hidup mereka sangat menghabiskan waktu). Biasanya yang melakukan profesi ini adalah anggota kelas elite. Ahli Taurat, misalnya, yang oleh Mesopotamia dianggap sebagai orang yang terhormat pun bahkan menggoreskan seni menggunakan Cuneiform atau aksara paku ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini