G 30 S

G 30 S
Agak aneh rasanya ketika mendapat berita dari Aku bahwa tidak sepatutnya peristiwa G 30 S (Gerakan 30 September pada tahun 1965) ditambahkan kata PKI dibelakangnya. Seperti biasanya: G 30 S/PKI. Mengapa demikian?
Pada bulan Agustus 1965, Presiden Soekarno dikabarkan sakit keras dan kemungkinannya akan meninggal atau lumpuh. Aidit (Ketua PKI sejak 1951 yang membangkitkan kembali PKI) ingin memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk merebut kekuasaan. PKI pun menyebarkan isu Dewan Jenderal, bahwa AD akan mengkudeta Soekarno. Namun isu itu tidak terlalu ngefek, karena Soekarno mengonfirmasi hal ini kepada Achmad Yani.
PKI kemudian merebakkan isu tentang adanya Angkatan ke-5 yang terdiri atas buruh dan tani. Namun isu ini pun tidak terlalu berpengaruh. Kemudian, PKI membentuk Biro Khusus (yang dipimpin Syam Kamaruzaman) dan mencanangkan gerakan yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 30 September 1965. Agendanya adalah:
a.       Menculik para jenderal pimpinan TNI-AD untuk melumpuhkan kekuatan ABRI
b.      Menduduki gedung RRI
c.       Memperkuat basis pertahanan PKI di Lubang Buaya yang terletak di dekat markas besar TNI-AU
d.      Membentuk Dewan Revolusi yang akan menggantikan pemerintahan sipil
e.      Mendemisionerkan Kabinet Dwikora dan membentuk pemerintahan berdasarkan NASAKOM
Meskipun gerakan ini  mereka namakan Gerakan 30 September, dalam kenyataannya mereka mulai bergerak pada dini hari 1 Oktober 1965. G 30 S ini didahului dengan penculikan enam orang perwira tinggi dan seorang perwira pertama AD; Achmad Yani, R. Soeprapto, Mas Tirtodarmo Haryono, Suwando Parman, Donald Izacus Pandjaitan, Soetojo Siswomihardjo, dan Pierre Andreas Tendean (seharusnya yang diculik ialah A.H. Nasution, Tendean merupakan asisten A.H. Nasution).
Pada saat yang bersamaan, pemberotakan yang berada di berbagai daerah pun dapat ditumpas oleh Soeharto (sebagai Pangkostrad) dengan cepat. Dan G 30 S pun berakhir di hari itu juga (1 Oktober 1965).
Menurut si Aku, G 30 S ini didalangi oleh Pak Soeharto. Mengapa demikian? Setelah usut diusut, Aku berkata, “alasannya karena:
-Pak Soeharto satu-satunya AD perwira tinggi yang tidak diculik. Padahal, pangkatnya di bawah Achmad Yani
-Pak Soeharto dapat menumpas G 30 S dengan cepat dan kesannya mudah
-Pak Soeharto baru memakamkan mayat yang ia temukan tanggal 3 Oktober pada tanggal 5 Oktober
-Pak Soeharto berteman dengan Letkol Untung yang notabene merupakan pergerak gerakan ini dari PKI
-Pak Soeharto mencegat dua orang yang diminta untuk bertemu Pak Soekarno setelah meninggalnya Achmad Yani
-Adanya peristiwa SUPERSEMAR”

Komentar

Postingan populer dari blog ini