Pusaran Misteri

Jangan lupakan “apa-apa” yang sudah tidak terlihat lagi oleh pandangmu. Apalagi jika itu bukan sekedar apa-apa. Karena satu hal dengan hal yang lain saling berkaitan, terangkai, tertaut membentuk pusaran yang tak pernah berujung. Kecuali pada satu Zat Yang Maha Besar, ialah Allah SWT.
Tak pernah terlintas di benak kecil Aku –bahkan ketika berpangku tangan sekalipun– untuk menulusuri tiap cabang ranting keluarga Aku itu sendiri. Jika Aku memiliki orangtua, lalu siapa orangtua dari orangtua Aku? Orangtua dari orangtua dari orangtua Aku? Orangtua dari orangtua dari orangtua dari orangtua Aku? Terlalu banyak orang, sanak famili, kerabat satu darah yang belum diketahui oleh Aku. Siapa yang tahu? Siapa yang peduli menjajakkan dirinya dalam pusaran misteri silsilah yang tiada henti itu kecuali bukan Aku?
Anugrah yang sungguh indah berupa misteri ini akan segera Aku ungkap.
***
Anggap saja ujung pusaran itu Aku. Merambat ke lekuk selanjutnya, ada kedua orangtua Aku, yang dianggap Aku sebagai ksatrianya. Siapa sangka, bahwa kedua kedua orangtua Aku ini memang terlahir dengan darah penuh juang?
Dimulai dari ayah Aku yang bernama Hery. Beliau bermukim di Bagelen, Purworejo dan memiliki seorang ayah yang hebat bernama Bapak Sumadi, yang ditemani oleh permaisuri yang kuat bernama Ibu Satiyem. Kakek ayah Aku bernama Ibu Kasan Prawiro, dengan nenek bernama Ibu Ngatinem. Di keluarga ayah Aku ini, rata-rata seluruh anak laki-lakinya adalah anggota TNI atau polisi.
Melingkar lagi. Aku pikir, Mbah Jenik merupakan nenek kandungnya. Karena beliau selalu menimang dan mengeloninya sewaktu ia kecil. Ternyata setelah tumbuh besar, Aku baru memahami, bahwa nenek kandungnya telah tiada sejak ibunda masih kecil. Jangankan Aku, bundanya saja belum pernah bertemu nenek kandungnya itu, Almarhumah Ibu Paikem.
Bapak Trubus merupakan saudagar yang berkecukupan pada masanya. Aku pikir usaha yang dikembangkan Mbah Trubus pada masa itu merupakan keturunan dari buyutnya. Tetapi setelah ditelusuri, Bapak Muhadi –buyutnya Aku tersebut– bukanlah seorang pengusaha, melainkan seorang pahlawan veteran yang ikut berjuang dalam kemerdekaan negara Indonesia. Mungkin ini pula alasan bunda Aku menjadi tentara wanita Indonesia. Karena telah terwarisi darah keberanian dari kakeknya.
Pusaran misteri yang dijelajahi Aku barulah sampai di titik ini. Walaupun terkesan belum utuh, dan belum ketahuan apakah Aku keturunan kraton atau bukan, tapi Aku akan terus berusaha untuk menyelesaikan pusaran misteri ini. Bahkan jika Allah mengijinkan, Aku ingin berusaha sampai bertemu pada titik keturunan Nabi Adam a.s.


***

Komentar

Postingan populer dari blog ini